- Artikel
- Detail Artikel
Detail Artikel

- Bencana
- 07 February 2026
Bangkitkan Semangat Belajar, PMI Sumut Salurkan Seragam dan Perlengkapan Sekolah bagi Korban Banjir Tapteng
TAPANULI TENGAH – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat membantu pemulihan pendidikan pasca-bencana banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah. Pada Sabtu (7/2), PMI Sumut mendistribusikan bantuan berupa seragam sekolah, school kit, dan paket kebersihan di SMP Negeri 1 Tukka.
Langkah ini diambil menyusul hasil asesmen di lapangan yang menunjukkan bahwa banyak siswa terpaksa pergi ke sekolah menggunakan pakaian rumah. Hal ini dikarenakan seragam dan perlengkapan sekolah mereka rusak atau hilang tersapu arus banjir yang cukup deras.
Tidak hanya fokus pada kebutuhan siswa seperti buku tulis dan alat sekolah, PMI Sumut juga memperhatikan kesejahteraan para tenaga pengajar. Berikut adalah rincian bantuan yang disalurkan:
- Untuk Guru: Dignity kit, hygiene kit (paket kebersihan diri), dan alat kebersihan sekolah.
- Layanan Tambahan: Pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian vitamin bagi siswa maupun guru.
Selain bantuan fisik, relawan PMI juga menghadirkan keceriaan di lingkungan sekolah melalui kegiatan Dukungan Psikososial (PSS), promosi kesehatan, dan promosi kebersihan. Melalui metode bermain dan bernyanyi bersama, para siswa diajak untuk melepas trauma akibat bencana agar kembali bersemangat dalam menuntut ilmu.
Ade Yudiansyah, Koordinator Lapangan PMI Sumut, menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas agar aktivitas belajar mengajar tidak terhenti.
"Kami fokus ke sekolah karena jangan sampai proses pembelajaran terhenti hanya karena masalah seragam dan kebutuhan sekolah lainnya. Ini adalah awal, kami akan melanjutkan giat serupa di sekolah terdampak lainnya di Tapanuli Tengah," ujarnya.
Aksi ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tukka, Bapak Hia, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian PMI. Meskipun bangunan sekolah tidak rusak secara langsung, namun banyak siswanya yang menjadi korban terdampak di rumah masing-masing.
"Kami sangat antusias dengan kegiatan PMI ini. Memang sekolah kami tidak terdampak langsung, tapi siswa-siswa kami terdampak dan sebelumnya belum mendapat uluran tangan langsung dari berbagai pihak," ungkap Bapak Hia.
Cari Artikel
Populer

Membangun Generasi Muda Tanggap Perubaha...
18 June 2025MUSYAWARAH KERJA PROVINSI PMI SUMUT TAHU...
16 August 2025
GEBRAKAN MEDIA DIGITAL GUNA PEDULI LINGK...
05 June 2025

